Kamis, Juni 13, 2024

Sosialisasi Badan Usaha Milik Masyarakat Adat Namblong

SENTANI, ppid.jayapurakab.go.id – Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo S.STP., M.Si menghadiri kegiatan Sosialisasi Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) yang dilakukan oleh DAS Namblong di Kampung Hamonggrang Distrik Nimbokrang.

Triwarno mengatakan terkait kegiatan sosialisasi ini dirinya mengapresiasi DAS yang sudah memfasilitasi kegiatan sosialisasi hari ini. Triwarno mengharapkan agar sosialisasi ini benar-benar bisa disosialisasikan dengan baik agar dapat dimengerti oleh semua masyarakat yang hadir terkait BUMMA ini seperti apa dan bagaimana manfaatnya buat masyarakat. Dirinya mengatakan hal ini sama dengan BUMKAM/BUMMA ini juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan bisnis dalam rangka peningkatan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat di kampung dan hal ini diperlukan pendamping agar tidak berhenti di tengah jalan saat dikerjakan. Triwarno memberi contoh salah satu BUMKAM yang ada di wilayah Arso 8 di mana pelaku BUMKAM di sana telah memberdayakan masyarakat. Dirinya berharap BUMMA Namblong ini dapat melihat potensi-potensi di Namblong yang bisa dikembangkan, jika itu eko wisata, pertanian, maka diharapkan bisa memaksimalkan pengelolahannya dan mengedukasi pengurus BUMMA agar semua bisa berjalan dengan baik, demikian potensi yang lain.

Lanjut Papua Koordinator Samdhana Institut Piter Okalusius menjelaskan Samdhana Institut merupakan Komunitas Aktivis dan Praktisi yang bekerja bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, berkolaborasi dengan gerakan masyarakat sipil, menginspirasi, memelihara, dan menumbuhkan komunitas tangguh, untuk keadilan sosial dan lingkungan di asia tenggara.

“Saat ini kami ada program untuk pengembangan BUMMA di DAS Namblong dan hal ini juga berdasarkan amanat dari kongres masyarakat adat yang kemarin dilakukan di Kabupaten Jayapura selaku tuan rumah, ini bertujuan mendorong pengembangan BUMMA di Kabupaten Jayapura.  Dirinya menjelaskan saat ini kami ada model pengembangan BUMMA di mana BUMMA itu sendiri adalah salah satu inisiatif untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang dikembangkan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Untuk dua model BUMMA yang sudah dilakukan itu di DAS Namblong Kabupaten Jayapura dan DAS Mare di Kabupaten Maybrat,” jelasnya.

Piter juga menjelaskan untuk tahap awal kami telah melakukan sosialisasi di Lima Kampung di wilayah Namblong dan sudah selesai kegiatan sosialisasi namun untuk saat ini kami kembali melakukan sosialisasi berkaitan dengan penandatanganan MOU antara masyarakat dan dewan adat di mana kegiatan ini dihadiri langsung Pejabat Bupati Jayapura Bapak Triwarno Purnomo. Maka DAS Namblong memfasilitasi kegiatan ini.

Untuk BUMMA Namblong saat ini setelah sosialisasi yang kami lakukan di Lima Kampung itu belum di bentuk kelompok BUMMA di masing-masing Kampung sehingga kegiatan saat ini sekaligus penandatanganan MOU antar Masyarakat Adat dan DAS yang mana nantinya DAS akan memfasilitasi pembentukan BUMMA itu sendiri dan akan di canangkan di saat pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Grime Nawa besok.

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here