Sabtu, April 13, 2024

Sampah Kardus Dan Plastik Setiap Hari Mencapai 8 Ton Dari Areal KMAN VI

Salah satu pick up yang sedang mengumpul sampah di dalam lapangan satdion Bas Youwe Sentani.

Sentani, MC KMAN VI –  Sampah plastik dan kardus ( kotak nasi) setiap hari mencapai 8 ton dari arena Kongres Masyarakat Adat Nusantara ( KMAN) VI.

Sampah kardus dan plastik tersebut di kumpul setiap hari oleh Bidang Kebersihan dan lingkungan hidup Panitia KMAN VI lokal Kabupaten Jayapura.

Koordinator Kebersihan Lingkungan, Xaverius Manangsang mengatakan, ada 4 unit truck dan 3 pick-up yang disediakan untuk mengangkut semua sampah di tempat kegiatan KMAN VI. “Sejak kedatangan peserta dan registrasi di puspenka, sampah-sampah yang terbanyak adalah plastik botol air mineral dan kardus nasi kotak, ” ujar Xaverius di lapangan Stadion Bas Youwe Sentani, Sabtu (29/10/2022).

Dikatakan, fasilitas pengangkut seperti truck besar setiap hari mengangkut sampah seberat 2 ton, ada empat truck besar yang dioperasikan. Total setiap hari jika empat truck beroperasi ada 8 ton sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara ( TPS).

Sampah yang di pungut, kata Manangsang, tidak hanya dari Stadion Bas Youwe saja, tetapi juga dari tempat-tempat sarasehan di pesisir Danau Sentani.”Ada tiga pick up yang selalu mobile untuk mengangkut dan membawa sampah ke kontainer di truck besar. Termasuk dari tempat sarasehan dikumpul dan dibawa keluar dari kampung menggunakan speedboat ke pickup dan langsung ke truck besar, ” jelasnya.

Menurutnya, jumlah sampah yang dikumpul setiap hari dalam kegiatan KMAN VI masih lebih sedikit dibanding dengan kegiatan PON XX lalu yang mencapai 30 ton setiap hari. Walau demikian, KMAN VI ini juga merekomendasikan agar masyarakat adat tidak menghasilkan sampah plastik dengan jumlah yang banyak. “Masih ada satu hari terakhir untuk penutupan, semua potensi akan kami siapkan agar sampah tidak menjadi dampak negatif ketika kongres ini berakhir, ” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BPH AMAN Jayapura, Benhur Wally menegaskan bahwa sejak awal dalam pembentukan Panitia kerja, soal sampah menjadi perhatian yang terus mendapat penekanan. Kongres Masyarakat Adat Nusantara wajib tanpa jumlah sampah plastik dan kardus dalam jumlah yang banyak. “Kongres ini ada rekomendasi dan usulan serta aturan yang membahas soal lingkungan, sehingga seluruh masyarakat adat wajib berkomitmen untuk tetap menjaga lingkungan kita dengan baik dan tidak tercemar dengan sampah-sampah yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup kita tetapi juga ruang lingkup dimana kita berada, ” ujarnya.

Sumber: MC KMANVI Kab. Jayapura

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here