Kamis, Desember 1, 2022

Gercin Papua Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter di Bukit Formokho

Nampak Anggota Gercin gelar kegiatan bentang bendera merah putih sepanjang 1.000 meter di atas Bukit Formokho, Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (17/8/2021) sore.

SENTANI, ppid.jayapurakab.go.id – Bendera merah putih sepanjang 1.000 meter terbentang di atas Bukit Formokho, Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pembentangan bendera merah putih ini di lakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Provinsi Papua yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin), Hendrik Yance Udam dan dihadiri para pengurus DPD Gercin Provinsi Papua maupun Kabupaten Jayapura.

Ketua DPN Gercin, Hendrik Yance Udam mengatakan, selain untuk memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-76 RI, aksi kali ini juga merupakan semangat nasionalisme dari pemuda-pemudi Papua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain kegiatan bentang bendera, kata pria yang akrab disapa HYU ini, pihaknya juga mengadakan gebyar vaksinasi Covid-19, dialog interaktif dan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 tahun 2021.

“Jadi, ini kami lakukan bertujuan untuk menunjukkan kepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air, bahkan menunjukkan kepada dunia internasional. Bahwa, Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua,” ucapnya, di sela-sela kegiatan pembentangan bendera tersebut, Selasa (17/8/2021) sore.

Hendrik menerangkan, aksi pembentangan bendera merah putih ini juga memberikan pesan, bahwa orang Papua yang rambutnya kriting dan kulitnya hitam itu adalah Indonesia.

“Selain memberikan pesan kepada dunia, pembentangan bendera ini juga memberikan pesan kepada orang Papua untuk harus percaya diri bahwa kita adalah Indonesia,” paparnya.

Ketika ditanya wartawan terkait mengapa waktu pembentangan dilakukan pada sore hari, HYU menyampaikan, sebagai bentuk semangat baru, melainkan dilakukan pada sore hari. Hendrik juga menjelaskan, faktor waktu tidak menjadi penentu pada HUT RI ini, yang jadi penentu itu adalah semangat orang Papua yang ditujukan pada aksi pembentangan bendera ini.

“Hal ini merupakan inspirasi dari ide-ide kreatif akan semangat nasionalisme yang digaungkan oleh kami dari Gercin di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Jayapura,” tukasnya.

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here