Minggu, Juli 21, 2024

Disbudpar Kabupaten Jayapura Lakukan Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata Dengan Dana Otsus

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ted Y. Mokay ketika menabuh Tifa tanda dibukanya Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata Tahun 2024.

SENTANI, ppid.jayapurakab.go.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura melakukan kegiatan Pelaksanaan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata Tahun 2024.

Kegiatan dilakukan dari tanggal 12 – 14 Juni 2024 dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ted Y. Mokay, di Sentani, Rabu, 12/07/2024.

Ted Y. Mokay kepada wartawan mengatakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata sebenarnya setiap tahun kita lakukan.

“Pengelola destinasi wisata setelah dilakukan pelatihan, bisa mengelola dengan baik. Mampu memberikan rasa aman kepada pengunjung dari orang yang tidak bertanggung jawab dan memberikan rasa aman dengan ketersediaan fasilitas umum yang memadai, seperti toilet, kamar ganti dan kebersihan,” jelasnya.

Ted Mokay juga meminta kepada pengelola destinasi wisata dapat mengembangkan usahanya dengan memberi daya tarik tersendiri kepada para wisata yang berkunjung.

“Pada pelatihan pengelolaan destinasi wisata, pengelola wisata tidak hanya diberikan materi, tetap pengelola wisata akan diajak ke lapangan untuk memberikan pemahaman yang benar, serta memiliki kesadaran untuk memberikan PAD kepada Pemkab Jayapura,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Destinasi Wisata, Klinton Suebu menyampaikan kegiatan pengelolaan destinasi wisata 2024 bersumber dari dana Otsus pada pengelolaan pariwisata serta difokuskan ada peningkatan PAD Kabupaten Jayapura.

Pengelola wisata dapat kelola wisata dengan baik dan memiliki kesadaran memberikan PAD kepada pemerintah baik dari parkiran, pondok-pondok, Home Stay dan Gasebo yang sudah dibangunkan pemerintah kepada pengelola wisata.

“Selama ini pemerintah mendukung pariwisata dengan membantu fasilitas penunjang pariwisata. Namun tidak ada feed back setoran retribusinya dalam hal PAD Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Lanjut Klinton, pada pelatihan ini juga kita melakukan sosialisasi agar pengelola wisata memiliki kesadaran dalam hal retribusi.

“Untuk peserta pengelola wisata yang hadir sebanyak 40 orang,” pungkasnya.

Klinton berharap kepada peserta pengelola wisata dapat komitmen menyetorkan retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk meningkatkan PAD.

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here