Jumat, September 30, 2022

BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Gelar Pertemuan Forum Komunikasi dan Monev Faskes

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah

SENTANI, ppid.jayapurakab.go.id – BPJS Kesehatan Cabang Jayapura menggelar kegiatan pertemuan Forum Komunikasi dan Monitoring Evaluasi atas Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Fasilitas Kesehatan (Faskes) dengan Pemangku Kepentingan Utama tingkat Kabupaten Jayapura pada Selasa 19 April 2022, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah mengatakan, kegiatan pertemuan Forum Komunikasi tersebut sebagai kegiatan rutin dengan Pemerintah Daerah, guna melaporkan pelaksanaan program JKN-KIS di Kabupaten Jayapura dan juga pembahasan mengenai pengembangan pelayanan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di Kabupaten Jayapura.

“Ini memang kegiatan rapat koordinasi rutin dengan Pemerintah Daerah di Kabupaten Jayapura. Kami sangat mengapresiasi komitmen yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini instansi terkait dan fasilitas kesehatan dalam keberlangsungan program JKN-KIS di kabupaten wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura,” ujar Djamal Adriansyah ketika menjawab pertanyaan wartawan media online ini usai rapat tersebut.

Djamal Adriansyah juga menambahkan, keanggotaan peserta JKN-KIS yang belum terdaftar nantinya dapat diusulkan kepada Kementerian Sosial melalui Pemerintah Daerah dan juga Dinas Sosial setempat.

“Kami terbuka akan masukan dari para pemangku kepentingan. Karena, menurut Djamal, hal ini adalah bagian dari sinergi lintas stakeholder,” akuinya.

Lanjut Djamal mengatakan, sampai dengan saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan atau JKN-KIS di Kabupaten Jayapura telah mencapai 180 ribuan peserta, terbilang cukup baik. Karena presentase sudah 106 persen, karena total jumlah penduduk 171 ribu jiwa di Kabupaten Jayapura.

“Hal ini terjadi karena di Kabupaten Jayapura kepesertaan BPJS Kesehatan tidak saja berasal dari penduduk Kabupaten Jayapura saja. Tetapi, juga masyarakat pendatang (Non OAP) dari luar Kabupaten Jayapura, yang sementara ini sedang menjalankan pekerjaan mereka di daerah ini,” tukasnya.

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here