Sabtu, April 13, 2024

Api Belum Padam, Polisi Belum Bisa Lakukan Identifikasi Penyebab Kebakaran

Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H.

SENTANI, ppid.jayapurakab.go.id – Hingga saat ini, polisi belum bisa melakukan identifikasi maupun menyelidiki penyebab kebakaran di lokasi kebakaran ratusan kios dan los Pasar Baru atau Pasar Pharaa Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Itu karena api belum padam atau terlihat masih menyala di beberapa tempat atau bekas barang-barang yang terbakar meskipun kebakarannya terjadi pada Jumat, 6 Januari 2023 sore pukul 16.00 WIT.

“Dalam kesempatan ini, yang rekan-rekan bisa saksikan sendiri. Bahwa, kondisi api seluruhnya belum padam. Tentunya, belum bisa dilakukan evakuasi ataupun identifikasi. Yang pasti, kami akan menyiapkan personil untuk membantu mengamankan semua barang-barang daripada para pedagang yang ada disini,” ujar Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H., ketika dikonfirmasi sejumlah awak media saat turun langsung ke lokasi kebakaran, Jumat, 6 Januari 2023 pukul 18.30 WIT.

Saat ini, berdasarkan penyampaian Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo untuk sementara di evakuasi di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, untuk dilakukan pendataan.

“Karena disini ada bangunan yang memang dibangun oleh pemerintah untuk los pasar, dan ada juga yang dibangun tersendiri oleh beberapa oknum. Tadi, juga pak Pj Bupati sudah menyampaikan untuk sementara akan dilakukan evakuasi ke Kantor Bupati Jayapura agar dapat dilakukan pendataan,” katanya.

Karena api terlihat masih terus menyala, menurut Kapolres Fredrickus, tim Labfor juga belum bisa masuk untuk melakukan penyelidikan terkait musibah kebakaran ini.

“Sekalipun api sudah padam, belum juga bisa dilakukan pendataan sepenuhnya. Karena hawa panas dari bekas kebakaran itu masih ada. Kalau hujan malam ini yah kita bersyukur, tetapi kalau tidak hujan, bisa memakan waktu 2 sampai 3 hari untuk hawa panas itu hilang,” jelasnya.

Ketika ditanya untuk mengatasi proses pemadaman api, menurut AKBP Fredrickus, bahwa pihak Polres Jayapura menurunkan sebanyak 100 personel.

Ratusan personil yang diturunkan ini untuk membantu pengamanan terhadap seluruh barang daripada para pedagang yang ada di Pasar Pharaa Sentani sambil melakukan evakuasi terhadap sejumlah barang-barang yang berhasil diselamatkan dalam musibah kebakaran kali ini.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki kepentingan agar tidak masuk ke lokasi kebakaran.

“Apabila ditemukan ada penjarahan, tetap kami melakukan proses hukum secara profesional dan tidak pandang bulu siapapun dia,” tegas Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus.

Lanjutnya menyampaikan, peristiwa kebakaran tersebut merupakan musibah, maka itu dirinya meminta agar masyarakat dapat turut menjaga mereka yang mengalami musibah dengan membantu mengamankan dan memadamkan api.

“Kalau memang tidak bisa mengamankan, jangan datang ke lokasi. Karena itu sangat menghambat dan mengganggu proses evakuasi dan juga pemadaman,” ujarnya.

Sementara untuk kendaraan yang diturunkan dalam mengatasi kebakaran tersebut, katanya, sebanyak 1 Unit Mobil Water Canon.

“Jadi, 1 unit mobil Water Canon dibantu dengan mobil pemadam kebakaran dan beberapa mobil tangki air. Untuk mobil pemadam kebakaran dan water canon tetap standby di lokasi. Sementara yang menyuplai air itu dari mobil-mobil tangki,” pungkasnya.

Share to

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here